Tradisi Selamatan Dusun yang sarat nilai religius dan kebersamaan kembali digelar masyarakat Dusun Belahan Nongko, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan yang dirangkai dengan pengajian umum tersebut berlangsung khidmat di halaman Balai Dusun Belahan Nongko dan dihadiri sekitar 1.500 jamaah, Sabtu (20/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Koramil 0819/20 Gempol, Sertu Agus Khabibur Rohman, turut hadir bersama unsur pemerintahan desa, kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan pelestarian tradisi masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya KH. Kholili selaku penceramah dari Pasuruan, Agung Prayitno selaku PJ Kepala Desa Wonosunyo, Sertu Agus Khabibur Rohman selaku Babinsa Desa Wonosunyo, Aipda Anton Vicente selaku Bhabinkamtibmas Desa Wonosunyo, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Dusun Belahan Nongko.
Dalam tausiyahnya, KH. Kholili menyampaikan pentingnya menanamkan nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kejujuran harus dimulai dari kesadaran diri sendiri dan dibiasakan sejak usia dini, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
“Kejujuran harus dilatih sejak kecil. Di sekolah misalnya, siswa harus terbiasa tidak menyontek, tidak berbohong kepada guru, dan tidak berlaku curang kepada teman. Meskipun terkadang berkata jujur terasa sulit, namun sebagai umat Nabi Muhammad SAW kita harus tetap memegang teguh sifat jujur dalam setiap keadaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, KH. Kholili mengingatkan bahwa Rasulullah SAW merupakan teladan utama dalam kejujuran dan akhlak mulia sebagaimana disebutkan dalam Surat Al-Ahzab ayat 21. Oleh karena itu, umat Islam diajak untuk menjadikan sifat jujur sebagai landasan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Babinsa Sertu Agus Khabibur Rohman menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pengajian umum dan selamatan dusun tidak hanya menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi serta memperkuat kerukunan antarwarga.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu mempererat persaudaraan, menjaga nilai-nilai budaya, sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat,” ujarnya.












